Archive for the ‘HKUpedia’ Category

fuel injection saat nya

Wednesday, January 11th, 2012

Pada dunia otomotif, baik roda 2 atau pun roda 4 saat ini sedang ramai membicarakan teknology fuel injection, apa itu PGMFI? Lalu apa bedanya dengan karburator?…

Karburator berdasarkan namanya “carburetion” berfungsi mengkabutkan bahan bakar serta mencampur bbm dengan udara agar terjadi campuran yang homogen, bukan heterogen. Pada kenyataannya karburator tidak mampu mengkabutkan bbm 100% pada semua tingkat kecepatan, nah dari sini orang berusaha mencari alternatif teknologi yang dapat memberikan proses pengkabutan yang lebih baik pada semua tingkat kecepatan. Timbullah teknologi pengkabutan bbm dengan menggunakan injektor, suatu piranti dengan lubang kecil yang di aliri oleh bbm bertekanan sehingga menghasilkan kabut atau spray.
Lalu apakah ada alasan lain untuk memakai system injeksi..? Ya karena saat ini kita membutuhkan suatu alat transportasi yang hemat bbm, mudah perawatan serta ramah lingkungan, bahkan bagi mesin sekelas motogp sangat membutuhkan teknology fuel injection ini. Yang kedua adalah teknology injeksi ini mampu memberikan campuran bbm-udara yang ideal mendekati stochiometric yaitu 15:1 (a/f ratio) pada semua tingkat kecepatan. Hal ini yang tidak mampu diberikan oleh teknology karburator.

Injeksi dan karburator ini sama-sama termasuk dalam system bahan bakar. Yang memiliki fungsi :
1. Memberikan komposisi campuran bbm-udara yang ideal kepada mesin.
2. Menjaga perbandingan komposisi antara bbm dan udara selalu tepat pada semua tingkat kecepatan.

Nah sebelumnya, kita perlu mengerti sejenak mengenai sejarah motor injeksi di Indonesia dan Dunia.

(Beberapa saya kutip dari tabloid dan majalah)
Untuk urusan motor ber kapasitas silinder kecil, kita orang indonesia masih kalah dengan India atau negara asia lain seperti Thailand. Di indonesia baru melaunching sepeda motor injeksi pertama type bebek tahun 2005 akhir. Dengan nama Honda Supra X125 PGMFI (programmed fuel injection), walaupun basic engine dan system sama dengan Honda Wave 125i. Berdasarkan riset lab AHM mengatakan bahwa system fuel injection ini lebih hemat 6% dari type karburator. Artinya jika sama-sama mengisi bbm sebanyak 3 liter dimana (1liter = 80km) berarti system karburator berjalan 240km sedangkan system injeksi berjalan 254,4km. Yamaha pun mengikuti cara yang sama dengan mengeluarkan Yamaha Vixion dengan type sport 150cc. Setelah di test, 1liter bisa mencapai 50km. Kemudian di ikuti juga oleh Suzuki dengan bebek Shogun 125 hyper injection pada bulan juni 2008.
Di ajang Jakarta Fair 2008, pabrikan TVS memajang sport injeksi Apache RTR 160cc, Bajaj tak mau ketinggalan dengan Bajaj Pulsar 220 DTS Fi dan Kawasaki memajang trail KLX 250S injection water coolant.

System injeksi ini dilahirkan oleh Robert Bosch yang berhasil meranvang pompa injeksi untuk diesel putaran tinggi (1922-1927). Dan akhirnya system injection ini diperbarui pada 1960 dan tahun ‘67 dipakai VW dengan system elektronika.
Lalu toyota mengembangkan system EFI (electronic fuel injection) pada tahun 1971.. Sedangkan untuk roda 2, Honda memperkenalkan pertama kalinya dengan merilis CX 500 Turbo.

Melihat apa yang dilakukan pendahulu, layaklah kita perlu tahu kelebihan dari system injeksi:

1. Komposisi antara bbm-udara sangat baik mendekati stochiometric 15:1. Karena system ini dilengkapi dengan CDI pintar bernama ECU (engine controle unit) yang dibantu dengan banyak sensor untuk mengetahui kondisi mesin seperti MAP (manifold absolute pressure), IAT (intake air temperature), TPS (throttle position sensor), EOT (engine oil temperatur), ECT (engine coolant temperature), rotational speed sensor, bank angle sensor, oxygen sensor, CO sensor, EGT (exhaust gas temperatur).
ECU ini mampu memberikan kualitas campuran bbm-udara yang tepat.

2. Tarikan lebih responsif (akselerasi cepat), berbeda system dengan karburator yang menunggu di hisap oleh piston saat langkah hisap dimana jarak intake valve sangat jauh dengan karburator atau spuyer bensin, menyebabkan ada keterlambatan suplai bensin di silinder. Sedangkan systen injeksi, bbm di semprotkan atau dipaksa masuk ke silinder dengan tekanan 2,94kPa sehingga tidak perlu menunggu piston menghisap karena bbm sudah siap di area intake valve, maka keterlambatan waktu suplai bensin berkurang dan efisiensi menjadi lebih tinggi.

3. Mesin mudah hidup, karena memiliki sensor suhu mesin dan suhu udara sekitar, maka ECU sangat tahu kondisi motor saat itu, sehingga dia mampu melakukan choke secara otomatis dengan menambahkan jumlah bbm lebih banyak.

4. Mudah perawatannya, mengapa? Bukannya malah ribet perawatannya….!
Seringkali saya ditanya mengapa saya mengatakan system injeksi koq gampang ngerawatnya. Jawabannya….:
Karena system ini meminimalkan pekerjaan service yang dilakukan oleh mekanik. Contoh : pada motor karburator, ketika service, maka mekanik perlu membongkar karburator, menyemprot dengan kompresor lalu memasang dan menyetelnya. Bandingkan dengan system injeksi, ketika service, bagian ini tidak perlu di bongkar, tidak perlu di setel karena menggunakan komputer.

Jadi apanya yang ribet.

So… Sudahkan motor anda berteknology fuel injecton ……

hku racing motorsport

injection specialies

jl raya sukomanunggal no 65 surabaya

Popularity: 1% [?]

Carburetors

Thursday, December 9th, 2010

Karburator, alat yang dalam bahasa inggris disebut carburetor yang artinya pengkabutan. Yaitu suatu part atau komponen motor yang berfungsi merubah bahan bakar dari bentuk cair atau liquid menjadi bentuk gas atau spray/smog. Dimana karburator ini, harus dapat mencampur antara bahan bakar dan udara dengan perbandingan khusus yaitu 1 : 14,7 yang artinya adalah mencampur dengan skala, 1gram bahan bakar dengan 14,7 gram oksigen…

Mengapa muncul angka 14,7….???? Yup, angka 14,7 di dapat dari hasil pembakaran stoichiometric antara bahan bakar bensin dengan oksigen. (more…)

Popularity: 4% [?]

4 klep vs 2 klep.. Setarakah??

Saturday, November 27th, 2010

Melanjutkan artikel 4 klep sebelumnya, kali ini kita bahas dari sisi dimensi luasan-nya, jadi bukan dari sisi panas, ongkos produksi atau lainnya. Mengapa saya bahas dari sisi luasan daun klep? Karena faktor ini menentukan debit bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar, debit ini menentukan jumlah dan banyak-nya bahan bakar yang masuk.

Okeh…

Saat kita melihat silinder head vixion atau punya satria fu, ninja 250, cbr250, maka kita akan melihat 4 klep yang mungil-mungil.  Coba bandingkan dengan klep honda megapro atau sonic, scorpio yang gede-gede.  Kasih contoh pada head satria fu dengan kapasitas mesin 150cc dipersenjatai 2 biji klep 23mm untuk intake dan 2 biji pula 19mm untuk exhaust dimana di sisi lain motor megapro 160cc dilengkapi 2 klep dengan 31mm intake dan 26mm exhaust.

Koq jauhh bedanya… 23mm vs 31mm??? (more…)

Popularity: 7% [?]

Mengapa harus 4 klep?

Friday, September 17th, 2010

Sudah marak saat ini, motor motor harian yang dipersenjatai dengan teknologi 4 klep atau four valve. Terlebih apakah dia memakai sistem DOHC (double over head camshaft) seperti pada sepeda motor Suzuki Satria f150, CBR150, Kawazaki Ninja 250R atau pun masih mengusung teknologi SOHC (single over head camshaft) seperti yang dilakukan Yamaha pada Jupiter MX dan Vixion.
Namun yang pasti, teknologi 4 klep kini menjadi favorit dikalangan biker maupun tuner balap serta umum.

Mari kita simak dan bandingkan, dengan teknologi 2 klep(more…)

Popularity: 12% [?]

Sistem ADS Automatic Decompression System Sepeda Motor

Wednesday, August 4th, 2010

ADS atau automatic decompression system adalah suatu piranti yang digunakan oleh pabrikan motor, guna memudahkan penyalaan mesin baik dengan elektrik ataupun kick starter alias kaki.  Sebelum sistem ADS ini diterapkan sering kali saat kita menghidupkan mesin dengan kick starter, terasa berat.  Hal ini dikarenakan mesin memiliki kapasitas silinder besar atau kompresi besar.  Dampaknya, kondisi ini kadang bisa bikin kita malas memakai sepeda motor sebagai alat transportasi. Nah, dengan adanya sistem ADS ini maka kerja accu menjadi lebih mudah untuk menghidupkan mesin karena start awal jadi tidak berat.

Fungsi Kerja ADS

ADS bekerja dengan cara menekan katub buang saat langkah kompresi, sehingga katub buang terbuka sedikit dan kompresi mesin menjadi bocor.  Dengan kata lain, ADS bekerja membocorkan kompresi sehingga membuat piston akan berhenti di posisi dimana dia tidak mampu menekan campuran bensin-udara.  Cara kerjanya sendiri adalah saat dimana kunci kontak kita matikan, maka saat itu pula tidak ada percikan busi sehinga tidak terjadi langkah power atau tenaga ( biasanya terjadi akibat percikan busi meledakkan campuran bahan bakar dan udara.) (more…)

Popularity: 7% [?]