Archive for the ‘HKUpedia’ Category

Bubut Noken As Bikin Motor Kenceng?

Friday, May 7th, 2010

Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk bikin motor kenceng  alias menambah performa motor adalah dengan melakukan papas noken as atau bubut noken as.  Dengan merubah pola, sudut, & tinggi noken as maka fungsi buka – tutup klep intake dan exhaust bisa diatur supaya sesuai dengan waktu yang diinginkan.  Maka lewat papasan atau bubut noken as ini kita bisa mengubah performa motor secara signifikan.

Noken as atau camshaft memang salah satu rahasia korekan motor 4tak.  Namun harus dipahami dulu dasar mesin dan filosofi nya mengapa sampai kita harus melakukan custom noken as dari sebuah mesin. (more…)

Popularity: 97% [?]

Saatnya Pakai Teknologi Fuel Injection

Friday, April 9th, 2010

Pada dunia otomotif, baik roda 2 atau pun roda 4 saat ini sedang ramai membicarakan teknologi fuel injection, apa sih sebenarnya PGMFI itu? Lalu apa pula bedanya dengan karburator?

Selain sebagai alternatif teknologi untuk proses pengkabutan yang lebih baik, teknologi injeksi juga memberikan kita banyak keuntungan. Contoh, seperti saat ini dimana kita semakin membutuhkan alat transportasi yang hemat bbm, mudah dalam perawatan serta ramah terhadap lingkungan. Bahkan bagi mesin sekelas motogp sekalipun, ternyata sangat membutuhkan teknology fuel injection ini karena teknologi injeksi mampu memberikan campuran bbm-udara yang ideal mendekati stochiometric yaitu 15:1 (a/f ratio) pada semua tingkat kecepatan. Hal ini yang tidak mampu diberikan oleh teknology karburator.
Injeksi dan karburator ini sama-sama termasuk dalam system bahan bakar. Yang memiliki fungsi :
1. Memberikan komposisi campuran bbm-udara yang ideal kepada mesin.
2. Menjaga perbandingan komposisi antara bbm dan udara selalu tepat pada semua tingkat kecepatan.
Nah sebelumnya, kita perlu mengerti sejenak mengenai sejarah motor injeksi di Indonesia dan Dunia.
(Beberapa saya kutip dari tabloid dan majalah)
Untuk urusan motor ber kapasitas silinder kecil, kita orang indonesia masih kalah dengan India atau negara asia lain seperti Thailand. Di indonesia baru melaunching sepeda motor injeksi pertama type bebek tahun 2005 akhir. Dengan nama Honda Supra X125 PGMFI (programmed fuel injection), walaupun basic engine dan system sama dengan Honda Wave 125i. Berdasarkan riset lab AHM mengatakan bahwa system fuel injection ini lebih hemat 6% dari type karburator. Artinya jika sama-sama mengisi bbm sebanyak 3 liter dimana (1liter = 80km) berarti system karburator berjalan 240km sedangkan system injeksi berjalan 254,4km. Yamaha pun mengikuti cara yang sama dengan mengeluarkan Yamaha Vixion dengan type sport 150cc. Setelah di test, 1liter bisa mencapai 50km. Kemudian di ikuti juga oleh Suzuki dengan bebek Shogun 125 hyper injection pada bulan juni 2008.
Di ajang Jakarta Fair 2008, pabrikan TVS memajang sport injeksi Apache RTR 160cc, Bajaj tak mau ketinggalan dengan Bajaj Pulsar 220 DTS Fi dan Kawasaki memajang trail KLX 250S injection water coolant.
System injeksi ini dilahirkan oleh Robert Bosch yang berhasil meranvang pompa injeksi untuk diesel putaran tinggi (1922-1927). Dan akhirnya system injection ini diperbarui pada 1960 dan tahun ‘67 dipakai VW dengan system elektronika.
Lalu toyota mengembangkan system EFI (electronic fuel injection) pada tahun 1971.. Sedangkan untuk roda 2, Honda memperkenalkan pertama kalinya dengan merilis CX 500 Turbo.
Melihat apa yang dilakukan pendahulu, layaklah kita perlu tahu kelebihan dari sistem injeksi:
1. Komposisi antara bbm-udara sangat baik mendekati stochiometric 15:1. Karena system ini dilengkapi dengan CDI pintar bernama ECU (engine controle unit) yang dibantu dengan banyak sensor untuk mengetahui kondisi mesin seperti MAP (manifold absolute pressure), IAT (intake air temperature), TPS (throttle position sensor), EOT (engine oil temperatur), ECT (engine coolant temperature), rotational speed sensor, bank angle sensor, oxygen sensor, CO sensor, EGT (exhaust gas temperatur).
ECU ini mampu memberikan kualitas campuran bbm-udara yang tepat.
2. Tarikan lebih responsif (akselerasi cepat), berbeda system dengan karburator yang menunggu di hisap oleh piston saat langkah hisap dimana jarak intake valve sangat jauh dengan karburator atau spuyer bensin, menyebabkan ada keterlambatan suplai bensin di silinder. Sedangkan systen injeksi, bbm di semprotkan atau dipaksa masuk ke silinder dengan tekanan 2,94kPa sehingga tidak perlu menunggu piston menghisap karena bbm sudah siap di area intake valve, maka keterlambatan waktu suplai bensin berkurang dan efisiensi menjadi lebih tinggi.
3. Mesin mudah hidup, karena memiliki sensor suhu mesin dan suhu udara sekitar, maka ECU sangat tahu kondisi motor saat itu, sehingga dia mampu melakukan choke secara otomatis dengan menambahkan jumlah bbm lebih banyak.
4. Mudah perawatannya, mengapa? Bukannya malah ribet perawatannya….!
Seringkali saya ditanya mengapa saya mengatakan system injeksi koq gampang ngerawatnya. Jawabannya….:
Karena system ini meminimalkan pekerjaan service yang dilakukan oleh mekanik. Contoh : pada motor karburator, ketika service, maka mekanik perlu membongkar karburator, menyemprot dengan kompresor lalu memasang dan menyetelnya. Bandingkan dengan system injeksi, ketika service, bagian ini tidak perlu di bongkar, tidak perlu di setel karena menggunakan komputer.
Jadi apanya yang ribet.
Jadi… Sudahkan motor anda berteknologyi fuel injecton ……

Karburator berdasarkan namanya “carburetion” berfungsi mengkabutkan bahan bakar serta mencampur bbm dengan udara agar terjadi campuran yang homogen, bukan heterogen. Pada kenyataannya karburator tidak mampu mengkabutkan bbm 100% pada semua tingkat kecepatan, nah dari sini orang berusaha mencari alternatif teknologi yang dapat memberikan proses pengkabutan yang lebih baik pada semua tingkat kecepatan. Timbullah teknologi pengkabutan bbm dengan (more…)

Popularity: 9% [?]

Bicara Siklus 4 Langkah

Saturday, April 3rd, 2010
Masa-masa kini sangat intens dibicarakan mengenai teknologi otomotif terutama roda 2, baik 2 tak atau 4 tak bahkan 6 tak ataupun mesin wangkel. Nah menunjang posting saya dibawah, lagi pula tenology 4 tak ini lg booming beberapa tahun belakang. maka saya bantu untuk menjelaskan teori dasar mesin bersiklus 4 langkah.
Siklus 4 langkah terdiri dari:
1. Langkah hisap
2. Langkah kompresi
3. Langkah usaha
4. Langkah buang
Kita bahas satu-satu.
1. Langkah hisap atau suction stroke adalah langkah memasukkan bbm-udara ke dalam silinder melalui katub masuk, langkah ini di mulai saat piston berada di TMA (titik mati atas) hingga menuju TMB (titik mati bawah) dengan posisi katub masuk terbuka.. Pergerakan piston dari atas ke bawah dengan kecepatan yang cepat ini (hingga 20m/s) menyebabkan kevacuman yang sangat tinggi. Sehingga mampu menyedot bbm-udara masuk ke dalam silinder. Proses ini membuat tekanan di dalam ruang bakar menjadi dibawah tekanan atmosfer.
2. Langkah kompresi atau compression stroke adalah langkah pemampatan bbm-udara yang telah dimasukkan ke dalam silinder. Langkah ini memaksa bbm dan udara untuk di padatkan dan dicampur sampai homogen sehingga mudah dibakar oleh busi. Pada langkah ini piston bergerak dari TMB menuju ke TMA (katub masuk dan buang sama-sama menutup) menyebabkan volume silinder mengecil dan tekanan ruang bakar meningkat. Sesaat mencapai TMA, busi memercikkan bunga api untuk membakar campuran bbm-udara yang telah dimampatkan tadi. Akibatnya tekanan ruang bakar naik drastis.
3. Langkah usaha atau power stroke adalah langkah yang paling efektif karena satu-satunya langkah yang menghasilkan tenaga untuk menggerakkan mesin. Langkah ini dimulai saat piston bergerak dari TMA menuju ke TMB (kedua katub masih menutup). Pada awal langkah ini tekanan ruang bakar tinggi sekali namun seiring dengan pergerakkan piston yang mundur ke bawah menyebabkan volume silinder membesar sehingga tekanan ruang bakar menurun.
4. Langkah buang atau exhaust stroke adalah proses pengeluaran sisa gas hasil pembakaran untuk di keluarkan melalui lubang knalpot atau muffler. Proses ini berjalan saat piston dari TMB menuju ke TMA dan katub buang dalam kondisi membuka. Proses ini menyebabkan tekanan ruang bakar menjadi bocor hingga mendekati tekanan admosfer di luar atau lingkungan sekitar.
Jadi siklus 4 langkah memerlukan 4 x langkah yang bergerak dari atas ke bawah lalu ke atas lalu ke bawah lagi dan di akhiri menuju ke atas, atau dengan kata lain terjadi 2x naik dan 2x turun. Atau pula terjadi 2x putaran poros engkol.
Inilah akhirnya timbul istilah siklus 4 langkah adalah 2x putaran poros engkol menghasilkan 1 x tenaga.
Semoga membantu, salam
Masa-masa kini sangat intens dibicarakan mengenai teknologi otomotif terutama roda 2, baik 2 tak atau 4 tak bahkan 6 tak ataupun mesin wangkel. Nah menunjang posting saya dibawah, lagi pula tenology 4 tak ini lg booming beberapa tahun belakang. maka saya akan coba jelaskan teori dasar mesin bersiklus 4 langkah.
(more…)

Popularity: 4% [?]

Pakai Type Busi Panas atau Dingin

Wednesday, February 10th, 2010

Memilih tingkat panas busi dengan tepat

1. suhu lingkungan tempat mesin atau sepeda motor anda berada
2. besarnya kapasitas silinder
3. besarnya perbandingan kompresi dan tekanan kompresi
berikut akan dibahas terlebih dahulu definisi dari busi panas dan busi dingin.
Busi Panas
Busi panas adalah busi yang memiliki kemampuan menyerap serta melepas panas kepada sistem pendinginan lebih lambat dari pada busi standarnya.
Busi panas ini akan bekerja pada temperatur ruang bakar yang tinggi, namun apabila temperatur ruang bakar mencapai atau melebihi 850 derajad celcius, maka akan terjadi proses pre-ignition, dimana bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sebelum busi memercikkan bunga api.
Pre-ignition ini adalah proses yang tidak diharapkan dalam proses terjadinya pembakaran untuk mesin yang dikategorikan sebagai ”spark engine” atau mesin dengan penyalaan busi.
Kondisi terjadinya pre-ignition ini bisa dikatakan terjadi over heating (pemanasan extrem)
Terjadinya pre-ignition ini dapat merusak kinerja dari piston, connecting rod serta kerusakan pada crankshaft.
Warna yang tampak pada busi bila terjadi pre-ignition adalah putih pucat
Busi Dingin
Busi dingin adalah busi yang memiliki kemampuan menyerap serta melepas panas kepada sistem pendinginan lebih cepat dari pada busi standarnya.
Busi dingin ini akan bekerja pada temperatur ruang bakar yang lebih rendah, namun apabila temperatur ruang bakar terlalu rendah hingga dibawah 400 derajad celcius, maka akan terjadi proses ”carbon fouling”, dimana bahan bakar tidak mampu terbakar habis sehingga bahan bakar yang tidak terbakar habis tersebut akan menumpuk pada busi.
Apabila suhu ruang bakar semakin rendah maka akan tejadi ”mis fire” atau ketidak mampuan membakar bahan bakar akibat suhu ruang bakar tidak ideal.
Penumpukan endapan karbon ini semakin lama akan menyebabkan tumpukan kerak karbon yang mengeras, dan akibat nya menjadi sumber panas kedua setelah busi kemudian menyebabkan gejala ”detonasi” atau ledakan kedua setelah busi memercikkan bunga api.
Gejala ”detonasi” ini adalah proses yang juga tidak diharapkan dalam proses terjadinya pembakaran untuk mesin ”spark engine”. Detonasi dapat menyebabkan kerusakan pada piston
Terjadinya ”carbon fouling” ini dapat mempercepat umur pakai dari busi.
Warna yang tampak pada busi bila terjadi carbon fouling adalah hitam kering
Oleh sebab masalah-masalah diatas, maka perlunya memilih tingkat panas busi yang sesuai dengan sepeda motor anda.
Memilih tingkat panas busi dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa faktor paling dominan dalam memilih tingkat panas busi adalah
1. suhu lingkungan tempat mesin atau sepeda motor anda berada.
Untuk daerah dengan cuaca iklim yang lebih dingin, seperti daerah pegunungan, dataran tinggi. Maka direkomendasikan pemasangan tingkat panas busi yang lebih panas. Pemasangan menggunakan busi dingin akan menyebabkan terjadinya carbon fouling (penumpukan karbon). Mesin akan susah hidup.
Untuk daerah dengan cuaca iklim lebih panas, seperti dataran rendah, perkotaan dengan tingkat populasi tinggi. Maka direkomendasikan menggunakan tingkat panas busi yang lebih dingin. Pemasangan menggunakan busi panas akan menyebabkan terjadinya pre-ignition (pembakaran dini). Part mesin akan lebih cepat aus.
2. besarnya kapasitas silinder
untuk mesin dengan kapasitas silinder lebih besar (>180cc) direkomendasikan menggunakan tingkat panas busi yang lebih dingin. Pemasangan busi panas akan menyebabkan pre-ignition dan over heating.
Untuk mesin dengan kapasitas yang lebih kecil (<180cc) disarankan menggunakan busi standar (NGK angka 7 dan Denso angka 22)
3. besarnya perbandingan kompresi dan tekanan kompresi
mesin dengan desain yang memiliki rasio kompresi tinggi (CR> 10,5:1) dan tekanan kompresi tinggi (>1700kPa) direkomendasikan menggunakan busi type dingin.
Untuk mesin dengan rasio kompresi dan tekanan kompresi dibawah, direkomendasikan menggunakan busi standar.
4. desain high performance engine
mesin yang dirancang untuk balap, kompetisi (high performance engine) sangat direkomendasikan menggunakan busi dingin. Pemakaian busi panas akan menyebabkan pre-ignition, detonasi berat yang menyebabkan kerusakan serius pada katub, piston, connecting rod, crankshaft dll.

Busi merupakan salah satu bagian dari sebuah sistem pengapian motor yang berfungsi untuk menghasilkan energi percikan bunga api dan kemudian digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder pada akhir langkah kompresi pada sebuah siklus mesin.

Pemakaian busi yang tepat pada mesin sepeda motor akan memberikan performa mesin yang lebih baik, walaupun dalam pemakaiannya kita masih harus memperhatikan beberapa faktor lain seperti kondisi suhu lingkungan tempat mesin atau sepeda motor berada, ukuran kapasitas silinder dan besarnya perbandingan kompresi dan tekanan kompresi.

busi_panas_dingin

Agar bisa menentukan penggunaan busi yang tepat pada sepeda motor, tentu kita harus tau apa itu busi panas dan busi dingin. (more…)

Popularity: 9% [?]

Tips n Triks Irit BBM

Friday, February 5th, 2010
tips n triks irit bbm
Ada beberapa cara untuk mendapatkan angka konsumsi bahan bakar yang paling efisien, dengan berbagai penyetelan dan perawatan sepeda motor.
1. Cek tekanan ban
Pastikan tekanan ban motor anda sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrikan, baik untuk kondisi sendiri atau berboncengan. Tekanan ban yang tepat dapat meng-efisienkan bbm hingga 10-15%.
2. Cek kelancaran roda
Roda yang tidak lancar berputar serta tidak seimbang menjadi salah satu penyebab bbm menjadi boros.
3.Cek jarak main bebas rem
Jaram main bebas tuas rem kaki adalah 1-2 cm. Jika penyetelan ini terlalu rapat, rem selalu bergesekan.maka hal ini juga menyebabkan pemakaian bbm menjadi lebih boros.
4. Cek kondisi pelumas mesin
Pelumas mesin yang baik dapat mengiritkan bbm hingga 15%. Pilihlah pelumas dengan SAE yang sesuai dengan tipe mesin anda, dan memiliki API service yang tinggi (SL).
5. Cek celah katub
Dengan penyetelan celah katub yang tepat, dapat menghadirkan kinerja mesin yang optimum dan efisien.
6. Cek jarak bebas handle kopling dan ke ausan kanvas kopling
Jarak bebas handle kopling 2-3cm. Jika terlalu rapat dapat menyebabkan keausan kanvas lebih cepat.kanvas yang aus menyebabkan akselerasi buruk dan konsumsi bbm buruk.
7. Cek kondisi busi
Pemakaian busi ideal adalah 6500km, ganti bila diperlukan. Pemakaian busi yang baik dapat menghasilkan pembakaran yang optimum. Jangan lupa cek celah busi (ideal 0,9mm).
8. Cek filter udara.
Penyaringan udara menghasilkan kualitas udara yang bersih. Sehingga menghasilkan pembakaran yang berkualitas dan efisien.
9. Cek karburator atau injector
Rutin membersihkan karburator dan komponen di dalamnya, akan menghasilkan proses pengkabutan bahan bakar yang baik. Sehingga menghasilkan pembakaran yang efisien. Anda juga bisa menggunakan cairan karburator cleaner atau injector cleaner setiap 4000km.
10. Biasakan mengendarai motor dengan economical ride technic. Dengan teknik berkendara yang benar akan membantu mengefisienkan konsumsi bbm.
Semoga tips dan triks ini dapat membantu anda mengoptimalkan penggunaan bbm motor anda.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan angka konsumsi bahan bakar yang paling efisien hanya dengan sedikit penyetelan dan beberapa trik perawatan sepeda motor.

1. Cek tekanan ban

Pastikan tekanan ban motor anda sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrikan, baik untuk kondisi sendiri atau berboncengan. Tekanan ban yang tepat dapat meng-efisienkan bbm hingga 10-15%.

2. Cek kelancaran roda

Roda yang tidak lancar berputar serta tidak seimbang menjadi salah satu penyebab bbm menjadi boros.

3. Cek jarak main bebas rem

Jaram main bebas tuas rem kaki adalah 1-2 cm. Jika penyetelan ini terlalu rapat, rem selalu bergesekan.maka hal ini juga menyebabkan pemakaian bbm menjadi lebih boros. (more…)

Popularity: 5% [?]