Masih ingat dengan event Street Dynotest Otoplus kemarin? Event ini berupa uji dyno test gratis dan diselenggarakan oleh tabloid otomotif paling yahud saat ini bagi pemilik ‘motor jerangkong’ atau motor harian dengan spek balap untuk mengetahui seberapa besar perubahan power mesin yang dihasilkan setelah melakukan korek mesin.
Nah, berikut adalah laporan awal dari event tersebut yang diambil dari Otoplus VIII 24-30 januari 2011, hal 32. Kebetulan HKU Racing jadi salah satu bengkel korek pertama yang boleh ikutan uji dyno. Thanks to Otoplus yang sudah kasih kesempatan juga buat brad Ari Wiyono pemilik Vixion korek harian 16dk. Sengaja belum pasang foto-fotonya, jadi kalau mau komplit bisa cek langsung ke TKP alias edisi yang bersangkutan
Street Dynotest Otoplus – Vixion 16dk
Akhirnya street dyno pun dimulai. Yang beruntung kali ini adalah Ari Wiyono dengan motor Yamaha Vixion lansiran 2008. “Spesifikasi motor memang korek harian, selain itu dipakai turing juga.” Tutur Ari.
Karena untuk kepentingan turing dan harian, Hermanu tuner bengkel HKU Racing Motorsport Surabaya yang menangani pacuan milik Ari, tidak memainkan korekan ekxtreem. “Bagian head hanya main porting polish dan naikkan kompresi. Kem saja masih standar kok, ini masih modif ringan. kita masih punya stage 2 hingga stage 4″ sebut Hermanu sang tuner.
Hari sabtu (22/1) lalu bertempat di Banyuwangi Motor, street dyno dilaksanakan. OP pun mengundang Ilham Wahyudi, selaku Service Education PT Surya Timur Sakti Jaya, main dealer Yamaha Surabaya sebagai pakar motor injeksi.
“Wah kaget juga kalau motor saya bisa tembus 16dk dengan setingan harian. Standar vixion sekitar 13,5dk on rear wheel. Top speed di speedo meter bisa tembus 140km/jam, sedangka di atas dynotest 130km/jam. Padahal velg dan ban besar,” girang Ari yang langsung turing ke Ponorogo bersama anggota YVC Surabaya lainnya.
Teknik Setting
Saat street dyno sang tuner membawa Diagnostic Tool sebagai media setting Yamaha Vixion. “Saya inhin memaksimalkan setting saja. Dengan dyno semua terbaca jelas.” Lanjut Hermanu.
Dari perangkat tersebut, Hermanu mengatur AFR vixion agar didapat tenaga optimal dari mesin. Setting CO dilakukan secara bertahap, sampai power mesin paling tinggi didapat.
Setting CO+10
“Awalnya CO aku set +10. Menurutku itu angka yang terasa maksimal untuk korekan ringan ini,” buka Hermanu, tuner HKU Racing Motorsport, penggarap vixion. Hasil dynotest mencatatkan hasil terbaik 15,7dk. Hasil itu sudah lebih baik dari settingan awal CO+2 yang mencatatkan 15,3dk.
Setting CO+15
Perbaikan performa dari hasil menambah CO, menggoda Hermanu untuk menaikkan nilai CO. Prediksinya, dengan naiknya nilai CO, jumlah yang di injeksikan lebih kaya. Ini menurutnya cocok dengan kebutuhan ruang bakar yang sudah mengalami perubahan dari kenaikkan rasio kompresi dan penghalusan porting.
Ternyata hasilnya diluar prediksi, terjadi penurunan tenaga hingga 0,2dk menjadi 15,5dk. “Tanda bahwa pengayaan bahan bakar melebihi kebutuhan ideal ruang bakar,”
Setting CO+8
Fakta tadi membuat Hermanu mencoba nilai dibawah +10. “Aku coba turunkan sedikit dari angka terbaik tadi. Kali ini cukup +8 ,” ujar Hermanu.
Hasil geberan vixion di atas dyno memberikan respon positif. Tenaga bisa naik jadi 15,9dk. Artinya dari perlakuan sebelumnya tenaga naik 0,4dk (dari 15,5dk menjadi 15,9dk).
Setting CO+5
Respon positif membuat Hermanu dan ilham sepakat untuk mencoba nilai CO yang lebih kecil. Jangkauannya adalah diatas CO+2 dan dibawah CO+8. Disepakati angka 5.
Vixion kembali memberikan respon positif. “Tenaga kembali naik menjadi 16dk. Dan dari hasil pengambilan data dyno, suhu mesin relatif stabil, begitu pula dengan tenaga yang dihasilkan,” komentar ilham.
Analisa setting CO+/- 0,5dk
Tujuan utama melakukan street dyno adalah untuk mengetahui scara pasti besar dan karakter tenaga yang dihasilkan oleh mesin-mesin motor kontestan. Tetapi bukan untuk saling beradu besarnya tenaga. Otoplus ingin mengajak para street performance mengerti lebih jauh tentang seberapa besar perubahan korek atau oprek yang telah dilakukan terhadap performa motor secara detail.
Tak hanya itu, lewat ajang street dyno, otoplus mengajak pemilik motor dan mekanik penggarap bisa share secara terbuka dengan pembaca otoplus lainnya.
Spesifikasi Mesin :
- Volume mesin 150cc
- Head papas 0,8mm
- Kompresi 11,7:1
- Noken as standar
- Kampas kopling scorpio
- Per kopling racing
- Throttle body reamer 32mm
- Porting polish 0,5mm
- Knalpot custom
- Busi iridium
- ECU standar
- Ban depan 90/80-17
- Ban belakang 130/70-17
- Sprocket 15-42
Bengkel HKU Racing Motorsport
Jl. Raya sukomanunggal no 65 – Surabaya.
Fb hkuracing@yahoo.com
Popularity: 8% [?]
Tags: afr ratio, dyno test, korek harian, motor injeksi, otoplus, porting polish, scorpio, throttle body, vixion